Buka Rakor DAK, Sekdaprov Steve Kepel Ingatkan Perencanaan Pekerjaan Hingga SDM dalam Pengerjaan Proyek

Manado, KomentarNews.co – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Steve Kepel ST MSi mengingatkan pentingnya perencanaan kegiatan kerja dan Sumber Daya Manusia (SDM), dalam pengerjaan di lapangan (proyek), baik dari segi standar pembiayaan, pengelolaan keuangan dan manajemen resiko.
Hal itu dikatakan Kepel saat membuka Rapat Koordinasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Jalan PUPR Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2024, di Luwansa Hotel Manado, Kamis (22/08/2024).
Sekdaprov Kepel yang didampingi Plt Asisten II Sekretariat Daerah Pemprov Sulut, Tahlis Galang dan Kepala Dinas PUPR Sulut Deicy Paath, lanjutnya, juga persoalan teknis lapangan berkaitan dengan DAK, sehingga perlunya perhatian khusus dalam pengelolaannya dan pertanggungjawabannya secara detail bahkan gambar fisik pengerjaan, apakah sesuai atau tidak dengan apa yang direncanakan dan dianggarkan.
“Sampai pemanfaatan sumber daya alam pun secara sistematis, harus sudah bisa diprediksi agar pola pemanfaatan tidak ada yang berubah. Artinya tidak banyak yang berubah dari sisi tujuan, baik dari pemanfaaatan anggaran. Satu hal yang dinilai adalah manajemen resikonya,” jelas Kepel sembari menambahkan soal banyaknya pengalaman yang didapatkan dan diluar dugaan itu bisa terjadi secara internal dan eksternal.
“Seperti halnya pembuatan jembatan tiba-tiba ada musibah bencana, ini resiko-resiko waktu perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Ada juga resiko yang timbul dari perencanaan performance dari dinas itu sendiri,” ungkapnya.
Karena itu, ditegaskan Sekdaprov Kepel, soal penguatan bagi lembaga penelitian dengan diberikan-berikan pelatihan/Bimtek.
“Harus tau, bagaimana soal baja besi dan komposisi campuran aspal, jika itu saja tidak dipahami bagaimana hasilnya nanti? Ini manajemen resiko yang harus diketahui. Pemahaman-pemahaman yang perlu ditingkatkan secara profesional, tidak hanya soal aspal saja, tapi ada soal komposisi-komposisi agregat (butiran mineral yang merupakan hasil disintegrasi alami batu-batuan atau juga berupa hasil mesin pemecah batu dengan memecah batu alami) serta pengalaman harus kita update disegarkan ulang,” terangnya.
“Intinya, dokumen perencanaan harus benar-benar sesuai tujuannya hingga hasil fisiknya baik sesuai dengan perencanaan yang juga bermanfaat sampai penggunaannya, berfungsi dan bernilai kepada masyarakat,” jelas Kepel yang kembali mengingatkan, mulai dari perencanaan hingga penanggulangan resiko dan pekerjaan, peserta pelaksanaan pelatihan bagi pelaksana itu penting.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat untuk mencapai tujuan hasil yang baik,” tandas Sekprov.
Hadir dalam kegiatan Rakor tersebut sekitar 70-an peserta dari kabupaten/kota, BPJN dan jajaran Dinas PUPR Provinsi Sulut.(ist/*)



