Ferdinand Mewengkang Paparkan “Lansia Bermakna, Hidup Penuh Nilai” di Pertemuan Kedua Sekolah Lansia PWRI

Manado, KomentarNews.co – Suasana hangat dan penuh refleksi mewarnai pertemuan kedua Pembelajaran Sekolah Lansia PWRI yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, bertempat di Ruangan Tumbelaka, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (26/02/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWRI Provinsi Sulawesi Utara yang juga Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara, Drs Ferdinand EM Mewengkang memaparkan materi bertajuk “Lansia Bermakna, Hidup Penuh Nilai.”
Di hadapan para peserta lansia, Ferdinand menegaskan bahwa usia lanjut bukanlah akhir dari peran, melainkan fase kehidupan yang sarat dengan kebijaksanaan dan makna.
“Makna hidup tidak berkurang karena usia. Justru di usia lanjut, kita memiliki kekayaan pengalaman yang dapat menjadi pelajaran berharga bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Menariknya, pembelajaran pada pertemuan ini menggunakan pendekatan andragogi, yaitu metode pembelajaran orang dewasa yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif. Tidak hanya ceramah, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, refleksi pengalaman hidup, serta berbagi cerita antar peserta.
Melalui metode ini, para lansia didorong untuk terlibat aktif, menyampaikan pandangan, serta menggali makna dari pengalaman hidup masing-masing. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh kehangatan, memperlihatkan bahwa pembelajaran lansia bukan sekadar transfer materi, melainkan ruang berbagi kebijaksanaan.
Kolaborasi antara Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat peran lansia sebagai pribadi yang tetap bermakna, berdaya, dan dihargai dalam keluarga maupun masyarakat.
Dengan semangat “Lansia Bermakna, Hidup Penuh Nilai”, Sekolah Lansia diharapkan terus menjadi ruang pembelajaran yang menguatkan rasa percaya diri, kedamaian batin, dan partisipasi aktif lansia dalam pembangunan keluarga dan sosial di Sulawesi Utara.(rls/ist/*)



