Satu Komando! Keluarga Besar TNI Dukung Penuh Seluruh Program Gubernur Sulut Yulius Selvanus

Manado, KomentarNews.co – Keluarga Besar TNI (KBT) di Sulawesi Utara (Sulut) yang terdiri dari GM FKPPI Sulut, KB FKPPI Sulut, HIPAKAD Sulut, P3AL Sulut, dan P3AU Sulut, menegaskan tekad bersama untuk bersatu dalam satu komando guna mendukung seluruh program strategis Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE.
Dukungan ini ditegaskan sebagai komitmen moral KBT Sulut dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat ketahanan daerah. Serta juga memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat.
Dalam pernyataan bersama, KBT Sulut menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan utama. Di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial yang makin kompleks, KBT menilai soliditas internal bukan hanya kebutuhan organisasi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab historis sebagai pewaris nilai-nilai perjuangan TNI.
Bersatu: Fondasi Kekuatan Sosial KBT Sulut
KBT Sulut juga menyampaikan bahwa organisasi-organisasi yang berada di bawah payung Keluarga Besar TNI sepakat untuk memperkuat kebersamaan dan mengesampingkan sekat organisasi. Sinergi ini juga dipandang strategis untuk mendukung agenda pembangunan daerah dan menjaga harmoni sosial di Sulawesi Utara yang plural.
“Persatuan KBT adalah energi besar yang harus terus di jaga. Kita berdiri sebagai satu keluarga, satu nilai, dan satu tekad,” tegas Ketua HIPAKAD Sulut Johnny Alexander Suak SE MSi, Minggu (23/11/2025).
Satu Komando: Kepastian Sikap dan Loyalitas
Sebagai bagian dari tradisi TNI, prinsip Satu Komando menjadi roh gerakan KBT Sulut. Ketaatan pada garis komando dipahami juga sebagai cara untuk memastikan setiap langkah organisasi berada pada tujuan yang sama—demi bangsa, daerah, masyarakat.
Dengan satu komando, KBT Sulut memastikan tidak ada friksi internal. Seluruh elemen bergerak secara terukur dalam mendukung program Gubernur Sulut. Terutama pada bidang keamanan daerah, ketertiban masyarakat, dan ketahanan ideologi Pancasila.
Petarung: Mentalitas Kader Keluarga Besar TNI
KBT Sulut menegaskan identitasnya sebagai komunitas petarung—bukan dalam konteks kekerasan, tetapi dalam arti keteguhan, keberanian, dan komitmen terhadap keutuhan NKRI. Para anggota KBT memiliki kesiapan mental untuk juga menghadapi tantangan zaman, termasuk ancaman radikalisme, disinformasi, konflik sosial, maupun isu-isu yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
“Petarung berarti tidak mundur, tidak goyah, dan tidak kompromi terhadap ancaman terhadap NKRI,” ujar Ketua P3AL Sulut Alvy Pontoh
Dukungan Penuh untuk Program Gubernur Sulawesi Utara
KBT Sulut juga menegaskan dukungan konkret terhadap berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Sulut. Baik pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, penanggulangan konflik sosial, hingga penguatan ideologi kebangsaan. Seluruhnya siap dijalankan bersama melalui kerja-kerja kolaboratif di lapangan.
KBT juga menyatakan siap membantu pemerintah dalam menjaga situasi kondusif, memperkuat ketahanan masyarakat. Dan menghadirkan energi sosial positif di seluruh kabupaten/kota.
“Di tengah tantangan besar bangsa, KBT Sulut menyatakan kesiapan penuh untuk berdiri di garis depan. Tentu sebagai penjaga kehormatan keluarga besar TNI dan juga pilar kebangsaan daerah,” kunci Johnny Suak yang keseharian sebagai Kaban Kesbangpolda Sulut.(ist/*)



