
Manado, KomentarNews.co – Internal DPD I Partai Golkar (PG) Sulawesi Utara (Sulut) memanas. Pasalnya, kepemimpinan dua periode Christiany Eugenia Paruntu (CEP) mendapat kritikan salah satu senior Golkar Sulut Sherpa Manembu.
Dia menilai, kehendak Tetty Paruntu selaku Ketua DPD Partai Golkar Sulut untuk maju lagi di Musda bakal jadi langkah mundur bagi demokrasi partai. Sebab ada aturan maksimal masa jabatan Ketua DPD hanya dua periode.
Sementara CEP telah menjabat sejak periode 2015-2020, dan dilanjutkan 2020-2025.
Meski demikian, sesepuh PG asal Minahasa ini mengatakan, soal aturan periodisasi memang selalu membuka ruang untuk diperdebatkan.
“Itu memang debatable, tapi perlu diingat Ketua Umum DPP Bahlil Lahadalia menegaskan, soal permintaan diskresi untuk (Ketua DPD) yang berprestasi bisa dipertimbangkan,” kata Sherpa Manembu seperti dilansir Tribunmanado.com, Kamis (05/06/2025). Sherpa berpendapat bahwa Golkar Sulut justru mengalami kemunduran di era Tetty Paruntu.
Bukan sekadar mengumbar, politisi yang hobi berkuda ini membeberkan indikatornya. Lalu, periode saat ini kursi Golkar tinggal enam.
Begitu juga di kabupaten/kota, perolehan suara dan kursi Golkar tergerus di dua periode terakhir. Contoh nyata, di Kabupaten Boltim yang dulu dikenal sebagai basis Golkar. Dari awalnya memiliki Ketua DPRD beberapa periode, saat ini tidak ada satu pun anggota dewan dari beringin. Bahkan, Pilkada 2024 lalu hanya Kabupaten Kepulauan Sangihe yang menang.
Sementara, calon kuat Christian Pua SE MBA yang sudah menyatakan siap maju di Musda, bertekad untuk membawa PG Sulut lebih baik ke depan.
“Visi dan Misi saya, Golkar harus kembali ke jayaanya seperti periode 2000-2005, bahkan kalau bisa lebih baik, dan kader-kader Golkar yang telah pindah partai karena kecewa, nah perlu dirangkul kembali supaya Golkar bisa lebih kuat, serta harus mencetak kader-kader milenial baru,” ungkap Christian Pua.
“Ya saatnya, Ketua DPD I PG Sulut diberi kesempatan kepada Christian Pua. Apalagi didukung DPP PG dan kabupaten/kota,” tambah kader PG lainnya.(Red/ist/*)



